Jangan Terlalu Sering Mengucapkan Kata Putus Kepada Pasangan Anda

Jangan Terlalu Sering Mengucapkan Kata Putus Kepada Pasangan Anda

Apa kalian yang membacanya termasuk salah satu wanita yang pernah mengatakan kata putus dan ujung-ujungnya balikan lagi dengan sang pacar? Kata-kata tersebut sangat disayangkan, jika pernah kalian lontarkan pada pasangan bahkan anda sendiri masih sangat mencintainya. Pada dasarnya seorang laki-laki jugalah manusia yang memiliki perasaan. Walaupun mereka terlihat tegar dibandingkan dengan kaum wanita, tetap saja hati mereka akan mencerminkan perasaan yang sedang kaum laki-laki rasakan. Para laki-laki selalu terlihat tegar penampilannya saat sedang mengalami galau, karena berusaha ingin menampilkan kepada kaum wanita bahwa dia dalam keadaa apapun akan tetap bisa melindungi seorang wanita saat berbagai kondisi. Yang dimaksudkan ialah lelaki ingin terlihat tegar didepan wanita, agar wanita tetap merasa nyaman saat ingin meninggalkan sang lelaki dan hingga akhir waktu hubungan, sang lelaki ingin tetap membuat wanita bahagia atas keputusannya. Dibalik ketegarannya bukan berarti bahwa mereka ingin dianggap sok cool ataupun tidak ingin direndahkan orang lain, melainkan kepentingan wanita menjadi utama seorang pria.

Terlalu Sering Mengucapkan Kata Putus Kepada Pasangan Anda

Mengucapkan Kata Putus Kepada Pasangan Anda

Para wanita yang mencoba melontarkan kata putus tersebut, lebih baik merenungkan terlebih dahulu kata-kata yang ingin diucapkannya tersebut. Kata putus, sebenarnya akan sangat menyakiti bagi kedua belah pihak walaupun berujung rujuk kembali. Akan tetapi, tetap saja akan membentuk goresan luka pada ingatan sang lelaki yang sangat mencintai wanitanya. Terkadang ketulusan cinta seorang lelaki dapat mengalahkan ketulusan seorang wanita. Jika sang lelaki telah menjatuhkan hati pada pilihannya, pertanda bahwa lelaki tersebut memang serius pada wanita tersebut dan berkenan untuk menghabiskan hidup berdua hingga akhir waktu melalui pernikahan. Keadaan akan berbanding terbalik, apabila sang wanita pernah mengatakan putus berakibat membentuk luka hingga sang lelaki bisa saja mengurungkan niat untuk menikahi wanitanya dengan berpikir panjang masa depan. Ada beberapa penelitian yang menyatakan, bahwasanya lebih banyak kaum wanita yang sering mengucapkan kata putus dibandingkan kaum lelaki. Mengapa? Sebab, seorang wanita lebih mudah terpancing emosi dengan sifat alamiahnya yang menidaki permasalahan dengan perasaaan. Sedangkan, kaum lelaki menyelesaikan masalah dengan logika. Walaupun, seseorang perempuan tidak mengakui keadaan tersebut, tetapi secara tidak langsung sifat tersebut hadir secara alami dalam kondisi tertentu wanita akan menggunakan perasaan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Memang terkadang, lelaki lebih mudah memaafkan keadaan kata-kata putus yang pernah terlontar. Akan tetapi, dalam diri mereka akan timbul sebuah keraguan bagi pasangannya, bahkan bisa berakibat ketidakpercayaan berlebih jika kata-kata putus semakin sering diucapkan. Kaum lelaki, akan semakin lebih curigaan kepada pasangan wanitanya, apabila terlalu sering terlontar kata putus. Sebab, lelaki merasa bahwa sang wanita seperti tidak nyaman bersamanya hingga mudah kata-kata putus tersebut sering muncul di setiap pertengkaran. Permasalahan dalam sebuah hubungan memang wajar sering terjadi. Tetapi, alangkah lebih baik jika kata-kata putus tidak pernah keluar dari mulut masing-masing antara pasangan lelaki dan perempuan. Kondisi hubugan yang terlalu sering diwarnai pertengkatan dan berujung kata putus akan menjadi lebih tidak harmonis hingga berakibat perpecahan sesungguhnya tanpa ada ingin salah satu yang mengalah untuk meminta rujuk kembali. Kesempatan tidak akan datang kembali berkali-kali, pemikiran tersebut akan menjadi tertanam pada benak masing-masing antar pasangan. Sebelum, merasakan kerugian masing-masing akibat perpisahan yang tidak diinginkan sesungguhnya. Lebih baik hindari kata putus mulai dari sekarang. Dan saat sang perempuan mengalami emosi, sebaiknya tenangkan diri dulu dan meminta waktu sendiri kemudian ungkapkan keluh kesah sesaat setelah hati tenang.