Fakta – Fakta Dibalik Aktifnya Anak Krakatau Yang Berevolusi

Fakta – Fakta Dibalik Aktifnya Anak Krakatau Yang Berevolusi

Beberapa waktu lalu terjadi tsunami di kawasan selat Sunda serta sekitarnya. Salah satu penyebab utamanya peristiwa tersebut yaitu aktif nya Gunung anak Krakatau yang memiliki sejarah yang terbilang cukup panjang. Jika Anda tahu sebelumnya, umur yang sebenarnya dari gunung tersebut yaitu lebih dari 30 tahun dan semenjak awal terus mengalami berbagai revolusi, khususnya dalam bentuk nya.

Lalu, seperti apakah tahapan evolusi dari Gunung anak Krakatau? Dikutip dari beberapa sumber, berikut adalah ulasan untuk Anda.

  • Merupakan anak dari gunung Krakatau

Jika membahas mengenai anak Krakatau, maka terlebih dahulu akan dibahas mengenai Induknya yaitu gunung Krakatau. Gunung Krakatau sendiri adalah salah satu gunung berapi aktif yang sudah ada sejak lama. Ledakan terbesar yang terjadi yaitu pada 26 hingga 27 Agustus 1883. Tercatat, letusan tersebut merupakan salah satu bencana alam paling parah yang pernah ada di dalam sejarah.

Tenaga ledakan dari gunung tersebut mencapai angka 200 Megaton atau sebesar 13000 kali dibandingkan Pemilu clear yang berhasil menghancurkan hirosima. Kemudian di tahun 1927, muncullah pulau baru di kawasan kaldera Krakatau. Inilah yang kemudian dinamakan gunung Krakatau.

  • Terbentuk permanen pada tahun 1930

Pada awal kemunculannya, pulau yang terdapat gunung berapi aktif tersebut tidak muncul secara terus menerus. Terkadang, pulau tersebut hilang serta surut dari pandangan masyarakat. Namun hal tersebut terjadi antara tahun 1928 hingga 1930 dan tercatat selama tiga kali sebelum akhirnya pulang tersebut permanen muncul di atas permukaan laut.

Anak Krakatau
  • Mempunyai tipe letusan yang berbeda

Dan sejarah yang terlihat, terdapat banyak sekali letusan yang terjadi pada gunung tersebut. Diantara 1928 hingga 1930, terdapat Erupsi dengan tipe Surtseyan, yaitu tipe next yang terjadi di laut. Lalu pada 1960, tipe erupsi nya sendiri berubah menjadi tipe vulkanian yang kemudian yaitu tipe erupsi yang mengeluarkan magma dengan durasi yang terbilang sebentar dan juga kecil namun jaahat. Hal tersebut juga masih berubah kembali tahun 1981 menjadi tipe strombolian Yang hasilnya membentuk kerucut pada bagian puncak.

  • Tumbuh ke arah Tenggara

Pada awalnya, bagian barat dari lereng gunung berapi tersebut terlihat lebih Terjal jadi pada ke arah timur. Setidaknya, terdapat 28 ° kemiringan yang lebih curam. Namun di tahun 1981, adanya ledakan berhasil mengubah jalur aktivitas ke arah Tenggara.

Hal ini kemudian menjadikan pertumbuhan dari anak Krakatau tersebut condong ke arah Tenggara dan masih terjadi sampai tahun 1995. Hal ini diperkirakan karena adanya longsoran dari gunung Krakatau sendiri yang terjadi setelah letusan di tahun 1883 yang arahnya juga sama.