Dua Kisah Lucu Yang Memberikan Banyak Pelajaran

Dua Kisah Lucu Yang Memberikan Banyak Pelajaran

Dalam kehidupan kita sehari- hari pastinya ada banyak cerita dan pengalaman yang beragam, ada pengalaman lucu, pengalaman sedih, dan ada juga pengalaman yang menyenangkan. Didalam setiap cerita tersebut banyak yang mangandung nilai pendidikan, sehingga kita harus pintar mengambil pelajaran yang ada didalamnya. dibawah ini ada dua kisah lucu, namun mengandung pelajaran berharga. Mengajarkan kepada kita untuk lebih berhati-hati dan pintar dalam mengambil keputusan.

Kisah Lucu Yang Memberikan Banyak Pelajaran

Cerita yang pertama adalah cerita tentang seorang anak kecil yang sedang menghabiskan waktu liburan di rumah neneknya. Ia sangat menyukai kampung neneknya yang masih hijau, banyak hutan dan sawah. Anak tersebut menghabiskan waktu liburan dirumah nenek, ia sering bermain dnegan anak- anak kampung nenek. Setiap hari ada saja permainan yang mereka mainkan, mulai dari permainan petak umpat dan permainan tradisional lainnya yang sangat mengasyikkan. Mereka bermain hingga kelelahan, dan rasa hauspun sering datang. Pada suatu hari, setelah puas bermain bersama teman- temannya, akhirnya anak tersebut pulang kerumah nenek, ia meminta air minum kepada nenek, nenek menunjuk air minum  digelas yang ada diatas meja. Tanpa berfikir panjang anak tersebut meminum air yang ada digelas diatas meja, setelah habis setengah gelas, ia berkata kepada neneknya, ia mengatakan bahwa air di gelas yang ia minum rasanya tidak enak, nenek menghampiri cucunya, ia melihat dan memeriksa gelas tersebut, ternyata gelas tersebut bukan the, tetapi minyak goreng. Diatas meja tersebut ternyata ada dua gelas yang memiliki warna yang sama, satu berisi the dan gelas lainnya berisi minyak goreng. Nenekpun akhirnya tertawa, sedangkan cucunya segera berlari kekamar mandi.

Cerita yang kedua adalah cerita tentang anak, bapak, dan seekor keledai. Pada suatu hari anak dan bapak membawa keledai ke pasar, selama diperjalanan mereka bertemu dengan bermacam- macam jenis orang. orang pertama melihat mereka atau anak dan bapak sedang menuntun keledai, orang pertama berkata “alangkah bodohnya kalian, kenapa tidak kau naiki keledai itu”, akhirnya ayahnya menaiki keledai tersebut. ditengah jalan lagi akhirnya mereka bertemu dengan orang kedua, orang tersebut berkata “ tega sekali bapak kamu nak, kenapa kamu jalan sedang bapak kamu naik keledai”, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dengan posisi anak menaiki keledai dan sang bapak berjalan. Mereka bertemu dengan orang ketiga, orang ketiga berkata “ hai nak, mana sopan santunmu, kenapa kamu membiarkan bapak kamu jalan sedang kamu enak naik keledai” akhirnya diperjalanan selanjutnya mereka berdua menaiki keledai, di perjalanan selanjutnya mereka bertemu dengan orang keempat, melihat mereka berdua menaiki keledai maka orang ketiga berkata “ hai kalian berdua, kenapa kalian tidak kasihan dengan keledai yang kalian tunggangi, ia terlihat kelelahan” akhirnya perjalanan selanjutnya mereka berdua menggotong keledai. Sesampainya di pasar banyak orang yang bingung dengan tingkah anak bapak tersebut, mereka berkata “ awas ada orang gila, keledai kok di panggul”.

Dua cerita diatas merupakan cerita yang sangat lucu, namun didalamnya terdapat pelajaran yang harus kita ketahui. Pada cerita pertama kita harus menjadi orang yang selalu hati-hati dan tidak ceroboh, dan untuk cerita yang kedua alangkah baiknya jika kita memilih keputusan yang kita anggap benar, jangan mendengarkan semua keputisan setiap orang, karena kitalah yang tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar, jangan mudah plinplan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *