Bukan Pelangi, Pancaran Cahaya Itu Ternyata Fenomena Alam Lho!

Bukan Pelangi, Pancaran Cahaya Itu Ternyata Fenomena Alam Lho!

Pernahkah anda mendengar istilah Aurora Borealis atau Aurora Australis? Bagi anda yang pernah mendengarnya, mungkin ini bukanlah hal yang asing untuk anda pahami. Namun bagi anda yang belum pernah mendengarnya, mungkin istilah ini memang akan terdengar asing untuk anda. Aurora itu sendiri adalah sebuah fenomena alam yang terjadi di kedua kutub bumi kita. Jika fenomena alam ini terjadi di kutub utara, maka sebutannya adalah Aurora Borealis. Dan jika fenomena terjadi di kutub selatan, maka fenomena tersebut akan disebut Aurora Australis. Lalu Aurora itu fenomena alam seperti apa? Mungkin itu yang saat ini sedang terlitas dibenak anda. Ketika sebuah planet, seperti bumi misalnya, memiliki medan magnetik, kemudian medan magnetik itu berinteraksi dengan partikel bermuatan, atau yang biasanya disebut dengan angin surya, maka akan menghasilkan sebuah pancaran cahaya yang menyala dengan warna yang indah dan terus bergerak.

Fenomena pancaran cahaya inilah yang kemudian disebut dengan nama aurora. Itu adalah penjelasan modern tentang terjadinya keajaiban aurora yang dapat diterima dengan logika manusia dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Berbeda dengan zaman dahulu di mana ilmu pengetahuan dan penelitian belum berkembang, masyarakat menganggap bahwa cahaya yang datang di langit malam yang gelap ini adalah sebuah pertanda kedatangan jiwa-jiwa yang telah mati yang datang ke bumi untuk mengirimkan pesan dari akhirat.

Bagaimana, sekarang anda sudah mengetahui tentang aurora bukan? Nah selanjutnya, mungkin anda belum mengetahui beberapa fakta menarik tentang aurora. Dengan berbagai keajaiban dan kemisteriusan yang dimilikinya, ternyata aurora menyimpan berbagai fakta menakjubkan yang anda harus ketahui. Berikut ini adalah beberapa fakta unik dan menarik dari aurora yang sering terjadi di kutub utara, atau yang biasa disebut dengan nama aurora borealis.

  • Warna-warni Aurora

Proses terjadinya aurora adalah dikarenakan saling bertabrakannya geombang-gelombang di udara di mana kompenen udara yang akan terlibat dalam interaksi tersbut sangatlah bermacam-macam. Dengan adanya perbedaan komponen udara yang ada, akan mengakibatkan warna yang timbul. Salah satu komponen yang mempengaruhi terjadinya warna yang berbeda pada aurora adalah kandungan oksigen dan nitrogen di udara. Biasanya, atom oksigen akan menghasilkan warna hijau dan kadang merah. Sedangkan atom nitrogen akan menghasilkan warna lebih oranye atau merah.

  • Waktu Terjadinya Fenomena

Setiap orang mungkin akan berharap untuk dapat melihat fenomena alam yang cantik ini secara langsung. Namun ternyata untuk menemukan peristiwa ini, anda tidak bisa memprediksikan kapan waktu terjadinya fenomena alam aurora. Itu adalah salah satu penyebab sulitnya melakukan dokumentasi dan penelitian tentang aurora.

  • Terjadi di Planet Lain

Ternyata, fenomena alam ini tidak hanya terjadi di bumi, khususnya di setiap kutub dari lanet bumi. Planet-planet lain dalam tata surya seperti Neptunus, Uranus, Jupiter, dan Saturnus juga memiliki fenomenaalam aurora mereka sendiri. Terutama pada planet Jupiter dan Saturnus yang memiliki gambaranaurora jauh lebih besar daripada di bumi. Fakta ini diketahui setelah beberapa penelitian luar angkasa berhasil mengambil gambar dari fenomena ini di planet-planet tersebut. Saat ini teleskop Hubble yang terkenal pun sudah dapat memotret fenomena tersebut dari bumi.

Itulah tadi beberapa informasi dan fakta menarik tentang fenomena alam aurora. Indahnya fenomena ini memang terus membuat rasa penasaran manusia muncul, sehingga banyak penelitian-penelitian tentang aurora terus dilaksanakan sebagai bentuk ilmu pengetahuan fisika. Demikian ulasan mengenai fenomena alam aurora. Semoga informasi ini dapat menjadi obat penasaran akan fenomena alam yang indah ini untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *